Di era teknologi yang terus berubah, banyak orang mulai merasa khawatir dengan keberlanjutan karir mereka. Apakah skill yang dimiliki saat ini masih relevan lima tahun lagi? Bagaimana jika tren pasar kerja berubah drastis? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini bukan hanya muncul di benak karyawan atau profesional, tapi juga para ibu rumah tangga yang ingin kembali ke dunia kerja, bahkan fresh graduate yang baru memulai karir. Tahun 2026 diprediksi akan membawa peluang besar bagi mereka yang siap beradaptasi.
Salah satu cara untuk tetap kompetitif adalah dengan mengambil pekerjaan sampingan yang tidak hanya memberikan tambahan penghasilan, tapi juga meningkatkan nilai diri di mata industri. Namun, tidak semua pekerjaan sampingan sama menjanjikannya.
Artikel ini akan membahas lima jenis pekerjaan sampingan paling dicari di 2026, lengkap dengan roadmap belajar dan tips praktis untuk memulainya.
1. AI Prompt Engineer: Jembatan Antara Manusia dan Teknologi
AI Prompt Engineer adalah profesi yang sedang naik daun. Tugas utamanya adalah merancang instruksi (prompt) yang tepat agar sistem AI bisa menghasilkan output sesuai kebutuhan. Misalnya, membuat prompt untuk menghasilkan desain grafis otomatis atau konten blog berkualitas tinggi. Profesi ini cocok untuk kamu yang suka bereksperimen dengan teknologi tanpa harus menjadi ahli coding.
Untuk memulai, kamu tidak perlu gelar teknik informatika. Banyak platform gratis seperti YouTube atau Coursera menyediakan kursus dasar tentang AI. Kamu bisa mulai dari mempelajari cara kerja ChatGPT, lalu mencoba membuat prompt sendiri. Dengan dedikasi 1-2 jam sehari, dalam waktu 3 bulan kamu sudah bisa membuat portofolio sederhana.
Penghasilan AI Prompt Engineer cukup menggiurkan, mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per proyek, tergantung kompleksitas tugas. Untuk menjangkau klien, manfaatkan LinkedIn atau platform freelance global seperti Upwork. Modal awalnya pun minim, hanya butuh laptop dan internet.
2. Data Analyst with Visualization Skills: Berbicara Lewat Angka
Data analyst dengan kemampuan visualisasi data menjadi salah satu profesi paling dicari karena perusahaan membutuhkan orang yang bisa mengolah data mentah menjadi insight strategis. Misalnya, bagaimana angka penjualan bisa dianalisis untuk menentukan produk terbaik di pasaran. Tools seperti Tableau atau Power BI sangat populer dalam bidang ini.
Kamu tidak perlu takut jika belum punya background matematika atau statistik. Platform edukasi seperti Google Skillshop menawarkan kursus gratis untuk pemula. Yang penting adalah logika analitis dan kemampuan story telling menggunakan data. Dalam enam bulan, kamu bisa mencapai level job-ready dengan latihan rutin.
Penghasilan data analyst rata-rata mencapai Rp 8-15 juta per bulan. Untuk mendapatkan klien pertama, cobalah buat dashboard interaktif sederhana sebagai portofolio. Share hasilnya di media sosial atau platform freelancer lokal.
3. Video Editor Khusus Short-Form Content
Short-form content seperti TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts semakin diminati. Perusahaan dan influencer butuh video editor yang bisa membuat konten menarik dalam durasi singkat. Jika kamu suka editing video, ini kesempatan besar.
Untuk pemula, tools seperti CapCut atau Adobe Premiere Pro bisa digunakan. Pelajari teknik dasar seperti transisi halus, color grading, dan sound design. Kamu bisa upgrade skill secara mandiri melalui tutorial YouTube. Dalam waktu tiga bulan, kamu sudah bisa menghasilkan video profesional.
Tarif video editor short-form content berkisar antara Rp 1-5 juta per video, tergantung kompleksitas. Untuk membangun portofolio, coba tawarkan jasa ke teman dekat atau UMKM di sekitarmu. Mereka biasanya membutuhkan konten promosi tanpa budget besar.
4. Digital Marketing Specialist untuk E-commerce, Menjual Produk Secara Online
E-commerce terus berkembang pesat, dan digital marketing specialist menjadi kunci kesuksesannya. Tugas utama profesi ini adalah membuat strategi pemasaran yang efektif, seperti SEO, iklan berbayar, atau Email Marketing. Jika kamu tertarik dengan dunia bisnis online, ini adalah pilihan ideal.
Skill digital marketing bisa dipelajari secara gratis lewat Google Skillshop atau Facebook Blueprint. Mulailah dengan mempraktikkan ilmu di toko online milik teman atau keluarga. Dalam enam bulan, kamu bisa mencapai level intermediate dan mulai menawarkan jasa ke klien lebih besar.
Penghasilan digital marketing specialist bisa mencapai Rp 10-20 juta per bulan, tergantung skala proyek. Untuk modal awal tanpa perlu bongkar tabungan, kamu bisa gunakan layanan pinjaman tunai bunga rendah dan mudah seperti Kredivo PayLater. Kredivo bukan hanya sekedar PayLater saja tapi juga bisa dicairkan sebagai dana tunai.
Fitur cicilan 1.99% per bulan sangat cocok untuk membeli tools premium atau kursus berbayar. Pengajuannya juga mudah serta bisa dilakukan secara online. Syarat terpenting adalah punya penghasilan atau sumber tetap minimal Rp3 juta per bulan untuk menjadi member Kredivo.
5. Technical Writer atau Content Strategist, Mengubah Kompleksitas Menjadi Kesederhanaan
Technical writer bertugas membuat dokumentasi teknis yang mudah dipahami oleh pembaca umum. Misalnya, panduan pengguna aplikasi atau artikel tentang cara kerja teknologi tertentu. Profesi ini cocok untuk kamu yang suka menulis dan memiliki minat pada teknologi.
Untuk pemula, pelajari struktur penulisan teknis melalui kursus online. Fokuslah pada kemampuan menjelaskan istilah kompleks dalam bahasa sederhana. Contohnya, “machine learning” bisa dijelaskan sebagai “cara komputer belajar dari data tanpa diajarkan langsung”. Dalam enam bulan, kamu bisa membuat portofolio tulisan teknis.
Penghasilan technical writer berkisar antara Rp 7-15 juta per bulan. Untuk menjangkau klien, bangun personal branding di LinkedIn dengan rutin berbagi insight tentang penulisan teknis.
Pekerjaan sampingan bukan sekadar tambahan penghasilan, tapi juga investasi untuk masa depan. Dengan memilih pekerjaan yang sesuai dengan tren 2026, kamu bisa tetap relevan di tengah disruption teknologi. Ingat, kunci sukses ada pada niat untuk terus belajar dan adaptasi.